Sayembara Kisah Inspiratif, Kemenristek Dikti buku-kan Kisah Inspiratif Mahasiswa FEB!

Sosialisasi Menjelang KTT G20 Hangzhou 2016
16 August, 2016
MASA ORIENTASI MAHASISWA BARU FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MATARAM TAHUN 2016
15 September, 2016

Sayembara Kisah Inspiratif, Kemenristek Dikti buku-kan Kisah Inspiratif Mahasiswa FEB!

Menyambut perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2016 yang kegiatan utamanya akan berlangsung di Solo, Jawa Tengah. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan melakukan Sayembara Penulisan Kisah Inspiratif Mahasiswa Bidikmisi Berprestasi Indonesia yang nantinya akan dibukukan sehingga diharapkan dapat menjadi sarana menginspirasi anak negeri.

Sayembara penulisan kisah inspiratif ini dilakukan dalam waktu yang sangat singkat karena mengejar penerbitan di hari Puncak perayaan Hakteknas yang akan berlangsung di Kota asal Presiden Republik Indonesia yaitu kota Solo. Dalam waktu yang singkat, tim seleksi berhasil mengumpulkan 300an kisah inspiratif dari Seluruh Indonesia dan hanya akan dipilih 99 karya untuk mengisi setiap halaman buku yang bertajuk “Para Pembidik Mimpi” ini.

99 orang yang karyanya terpilih untuk menginspirasi anak negeri ini masing masing memiliki andil dan bagiannya tersendiri dalam berkontribusi untuk Indonesia. Contohnya Seperti Khaira Al Hafi mahasiswa Universitas Indonesia yang sudah melanglang buana membawa nama baik Indonesia untuk diskusi kepemudaan dan memiliki sebuah karya kolaborasi Nasional yang saat ini telah diadopsi BAPPENAS RI yaitu meetchange.org. ada pula saudari Birrul Qodriyah, Mahasiswa Berprestasi Nasional terinspiratif tahun 2013 asal UGM yang pernah membuat Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden kala itu) menangis karena pidatonya yang Inspiratif dan mengharukan. dan banyak lagi Pemuda-Pemudi Indonesia lainnya yang kemudian menjadi bagian dari buku Inspiratif ini.

Tak ketinggalan, pemuda asal Sumbawa Besar,NTB yang sudah sering diberitakan dalam berita sebelumnya yaitu Emen Ardiansyah. Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi dari Dikti di Jurusan Akuntansi FEB Universitas Mataram yang memiliki kemampuan keras untuk membawa nama baik NTB dalam kanca Nasional ini juga ambil bagian dalam Buku Inspiratif ini.

Emen mengaku mengetahui berita terkait sayembara ini di tanggal 30 Juli dan membuat kisahnya tidak sampai satu hari lamanya dan langsung dikirim pada hari itu juga pada pihak panitia. Pengumuman terkait penerimaan dan kelolosan karya di terima pada tanggal 2 Agustus dan itu merupakan hal yang sangat membanggakan.

“Dulu saya pernah bermimpi untuk mampu memiliki space kecil yang dapat disejajarkan dengan Mahasiswa Hebat Indonesia lainnya, dan sekarang saya telah mendapatkan space itu”, ungkap Emen.

Menjadi bagian dari pengisi halaman-halaman buku yang akan menginspirasi anak anak negeri adalah sebuah prestasi yang luar biasa, ditambah lagi peluncuran buku ini akan dilakukan di Puncak Perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang akan di hadiri oleh Bapak Joko Widodo selaku presiden Republik Indonesia dan juga Bapak B.J. Habibie yang merupakan Mantan Presiden Republik Indonesia yang nantinya akan dirangkaikan dengan Temu Nasional Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi dan Afirmasi Papua se Indonesia.

Namun sangat disayangkan, penyerahan Buku “Para Pembidik Mimpi” kepada para penulis yang bertepatan dengan tanggal yang sama ketika B.J.Habibie meluncurkan Pesawat Gatot Kaca yaitu tanggal 10 Agustus besok tidak bisa dihadiri oleh Emen sendiri dikarenakan saat ini dia memiliki aktivitas lain di Kota Tangerang yaitu mempersiapkan keberankatannya untuk mengikuti kegiatan Asia Student Summit 2016 yang akan berlangsung di Malaysia tanggal 14 Agustus mendatang dan pengambilannya akan diwakili oleh temannya dari Unram

Semoga nantinya buku ini benar benar mampu berfungsi sebagaimana apa yang telah diikhtiarkan yaitu untuk menginspirasi anak negeri. semoga buku ini akan menjadi gambaran bahwa tidak ada batasan dalam mencapai kesuksesan sekalipun itu adalah masalah Finansial.

“Berada di sekitar orang-orang Hebat dari kampus-kampus Besar Indonesia adalah sebuah Prestasi yang luar biasa tentunya. Meskipun saya bukan bagian dari Kampus Besar, tapi Prinsip untuk membesarkan nama kampus sendiri adalah sebuah Harga Mati”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *