Scroll to Top
Mengarungi Malaysia-Singapura, Mengkoneksikan Pemuda ASEAN
Posted by Admin FE on 28th July 2016
| 488 views

Sejak awal Bulan Mei lalu, tepatnya tanggal 1 Mei hingga tanggal 13 Mei 2016, seorang sosok Pemuda asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat yang tergabung dalam “Indonesia Youth Leader Alliance (IYLA)” telah memfasilitasi ratusan Pemuda dari Negara-Negara ASEAN untuk bertukar pikiran dan saling mengenal satu sama lainnya di dua Negara sekaligus, yaitu Malaysia dan Singapura.

Melalui kegiatan yang dikenal dengan nama ASEAN YOUTH EXCURSION, Emen Ardiansyah dan puluhan member IYLA telah melaksanakan sebuah kegiatan  yang bertujuan untuk meningkatkan Jiwa Kepemimpinan, Entrepreneurship dan Kecintaan atas Kebudayaan bagi para pemuda Negara-negara ASEAN.

Kegiatan inipun kali ini sudah semakin luas pasarannya, meskipun masih dominan diikuti oleh mahasiswa Indonesia, tapi sudah ada warga negara lain yang ikut berpartisipasi, seperti Malaysia, Vietnam, dan Myanmar. sehingga nuansa ASEAN sudah mulai terasa dalam kegiatan ini.

Yang diharapkan melalui program ini adalah sebuah hal yang cukup simple, ketika kita sudah menyadari bahwa saat ini kita sedang Memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN, maka dibutuhkannya sebuah pola fikir yang lebih global lagi. diperlukannya pengetahuan mengenai potensi negara ASEAN lainnya serta perlu adanya sebuah analisa terkait negara sendiri, namun dilihat dari luar negara kita sendiri. sehingga para generasi muda negara ini mampu mengetahui titik-titik yang perlu untuk dikembangkan di kemudian hari. itulah yang diberikan melalui Program ASEAN Youth Excursion ini.

Selain itu pula, melalui program ini kami tidak sekedar memberikan bekal bagi para pemuda ASEAN untuk mengatur strategi dalam memandang Bangsanya, melainkan juga mengatur strategi dalam memandang dirinya sendiri. salah satu contohnya adalah dengan memberikan ilmu Mengembangkan Usaha atau Start-Up. ini adalah sebuah moment yang begitu baik untuk dimanfaatkan karena dalam moment ini kami telah mempersiapkan Pemateri-pemateri handal yang telah mengembangkan Usahanya atau start-Up nya beserta inkubator Bisnis yang ada di setiap Negara yang kita kunjungi. Contohnya Malaysia yang memiliki “Malaysian Global Innovation and Creativity Center (MaGIC)” dan “StartUp School Asia”. serta kampus National University Of Singapore yang memiliki “NUS Entreprise”.

Bagi para pemuda, melihat Masyarakat Ekonomi ASEAN seharusnya tidak semata mata dipandang sebagai sabuah Ancaman atau Tantangan. melainkan dapat dijadikan sebuah peluang. mengapa demikian? karena anak muda, masih memiliki waktu untuk mematangkan dirinya sebelum mereka siap bersaing lebih global lagi. dan melalui program inilah kami memberikan wadah bagi para pemuda, untuk mulai mengatur strategi dan langkah-langkah strategis dalam mempersiapkan diri untuk bersaing secara global. karena untuk bersaing secara global, kita juga memerlukan pengalaman global, untuk melihat secara nyata apa yang ada di luar negara kita sendiri.

Emen Ardiansyah, mahasiswa Universitas Mataram asal Sumbawa awalnya juga merupakan alumni dari kegiatan ini. namun karena Torehan sempurna dan dilihat memiliki Potensi. maka Indonesia Youth Leader Alliance mengajaknya untuk bergabung dan menjadi Fasilitator dan bagian dari panitia untuk setiap kegiatan ASEAN Youth Excurison.

Emen sudah 3 kali menjadi Fasilitator untuk kegiatan ini, awalnya adalah pada Bulan Maret lalu, di Bangkok Thailand. selanjutnya pada tanggal 2-6 Mei di Malaysia, dan terakhir pada tanggal 9-13 Mei di Singapura.

menjadi Fasilitator atau bagian dari panitia merupakan sebuah tantangan, karena kita dituntut untuk harus lebih mengetahui atau memahami keadaan Negara tujuan tempat kegiatan itu berlangsung. baik dari Segi Perekonomian, Keadaan Sosial dan hal-hal penting lainnya yang berhubungan dengan kegiatan tersebut.

Visi untuk ke depannya, kita menginginkan agar para pemuda Negara ini mampu lebih mencintai negaranya dan berani mempromosikan negara di kanca Internasional, mempertahankan Nilai Kebudayaannya dan menjaga hubungan dengan pemuda ASEAN lainnya.